Minggu, 22 Oktober 2017

Tentang Mahyudin Al Mudra

Mahyudin Al MudraMahyudin Al Mudra SH., MM., adalah Pendiri dan Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (ditubuhkan pada 4 Juli 2003), sekaligus Pemimpin Umum MelayuOnline.com (ditubuhkan 1 Muharam 1428 / 20 Januari 2007), dan wisatamelayu.com (ditubuhkan 01 Muharam 1429 / 10 Januari 2008) serta rajaalihaji.com (ditubuhkan 12 Rab‘ul Awal 1429 / 20 Maret 2008) Penubuhan portal-portal (pangkalan data) Melayu tersebut merupakan refleksi kecintaannya yang dalam pada budaya Melayu; kecintaan yang tak pernah lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan. Dalam ingatan tak ada jarak, karena itu, walaupun ia telah berpuluh-puluh tahun meninggalkan tanah kelahirannya dan hidup di jantung kebudayaan Jawa, Yogyakarta, ia tidak pernah kehilangan sense terhadap kebudayaan Melayu. Pria yang lahir di Parit 11 Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, Indonesia pada tanggal 4 Juli 1958 ini, merampungkan pendidikan S1 Fakultas Hukum dan S2 Magister Management dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Ia juga sempat mengenyam studi banding Vocational Training selama 3 bulan di New York, Washington, Baltimore dan Virginia atas undangan dan biaya The United States Information Agency (USIA) bidang International Visitor. Ia juga sempat kuliah di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Saat ini, ia sedang menempuh studi lanjut pada Program Pascasarjana UGM jurusan Antropologi Budaya.

Anugerah Kehati Award by Presiden Megawati SoekarnoputriAnugerah Kebudayaan RI 2004 kepada Mahyudin Al Mudra
Selain aktifitas di atas, Mahyudin Al Mudra juga mengelola beberapa penerbit yang tergabung dalam Penerbit AdiCita Group. Kesungguhan dan keseriusannya dalam mengolah buku telah menghasilkan beberapa penghargaan, di antaranya Adikarya IKAPI Award selama lima tahun berturut-turut dan KEHATI Award yang diserahkan langsung oleh Presiden Megawati Soekarno Putri. Aktifitasnya dalam bidang kebudayaan juga telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Pada 17 November 2003, ia memperoleh Anugerah Sagang (Sagang Award) di Pekanbaru, Riau, atas kesungguhannya ikut melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Melayu melalui penerbitan buku-buku Melayu; pada 7 Desember 2004, ia menerima "Anugerah Kebudayaan" dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia yang disampaikan oleh Menteri Jero Wacik. Pada tanggal 12 Oktober 2008 lembaga yang di pimpinnya (Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu / BKPBM) kembali memperoleh Anugerah Sagang 2008 untuk kategori Anugerah Serantau Pilihan Sagang. Pada tanggal 29 Mei 2009, Mahyudin Al Mudra menerima Anugerah Gelar "Tokoh Pemersatu Melayu Serantau" dari Lembaga Adat Melayu Serantau (LAMS) di Ketapang, Kalimantan Barat.

Penganugerahan Gelar Adat Penganugerahan Gelar Adat
Pada hari Senin tanggal 27 Juli 2009, Mahyudin Al Mudra memperoleh anugerah Gelar Adat "Datuk Cendekia Hikmatullah" dari Kesultanan Serdang, yang diberikan oleh Sri Paduka Duli YM Tuanku Luckman Sinar Basarshah II Al Haj dalam Perhelatan Agung II Adat Kesultanan Serdang, di Medan, Sumatra Utara, Indonesia

Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 10 Februari 2010, Atas Kehendak Baginda Pangeran Ratu Mulawangsa - Dr.Ir. Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc Raja (Panembahan XIII) dari Kerajaan Mempawah, Mahyudin Al Mudra juga mendapat Penganugerahan Darjah Kebesaran Kerajaan Amantubillah, Gelar Adat "Yang Mulia Seri Setia Amantubillah Dato' Sri Astana", di Kraton Amantubillah, Mempawah, Kalimantan Barat, Indonesia.

Saat ini ia aktif menghadiri berbagai seminar budaya (khususnya budaya Melayu) baik sebagai peserta maupun sebagai pemakalah di dalam maupun di luar negeri.

-- 00 --

Dibaca 4126 kali

8
Sahabat online

Hari ini : 75 Kemarin : 65 Minggu kemarin : 748 Bulan kemarin : 5.765

Anda pengunjung ke :
302.647

© 2010. All rights reserved.