Rabu, 22 November 2017

Prof. Heddy Shri Ahimsa–Putra, MA. M.Phill. Ph.D (Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada)

Prof. Heddy Shri Ahimsa–Putra, MA. M.Phill. Ph.D (Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada)

MELAYUONLINE (Melon) : Akan ke Mana Kita Selanjutnya?

Sekian hari, sekian minggu dan sekian bulan telah berlalu. Akhirnya, genap satu tahun sudah usia sebuah oase budaya Melayu di dunia maya yang berhasil kita sajikan ke tengah kehidupan. Namun, setelah itu, akan ke mana kita? Pertanyaan yang mungkin sangat penting untuk kita renungkan bersama adalah: akankah kita berhenti di dunia maya? Ataukah kita ingin menyajikan dunia Melayu tersebut dalam wujud yang lebih nyata, yang akan memungkinkan mereka yang tidak mengenal internet juga mengetahuinya? Atau, sebelum melangkah ke sana, sudah cukup memuaskankah informasi tentang dunia Melayu yang kita sajikan di dunia maya tersebut? Itulah berbagai pertanyaan yang harus selalu kita hadirkan dalam diri kita.

Narasi Unsur Budaya Melayu

Harus saya katakan bahwa saya belum begitu puas dengan kualitas narasi unsur-unsur budaya Melayu dalam “Melon”. Bukan berarti apa yang disajikan tidak bagus. Bukan. Tetapi kualitasnya menurut saya belum mencapai titik yang optimal. Ini tidak mudah memang, karena untuk mencapainya para penulis dalam “Melon” memang perlu memiliki kemampuan untuk menulis etnografi yang menarik, bukan hanya kemampuan untuk mengumpulkan data (walaupun kemampuan ini juga tetap sangat penting bagi para penulis). Narasi mengenai unsur budaya Melayu yang disajikan perlu dibuat demikian menarik dan informatif. Untuk itu perlu penguasaan strategi retorik, penguasaan retorika. Para penulis harus lebih sadar dalam memilih kata dan menyusunnya menjadi kalimat ketika akan menyajikan informasi mengenai suatu unsur budaya Melayu tertentu.

Buku Unsur Budaya Melayu

Unsur-unsur budaya Melayu yang telah lengkap informasinya dalam “Melon” kalau bisa kemudian dicetak atau diwujudkan menjadi sebuah buku. Misalnya saja, mengenai rumah tradisional Melayu. Jika informasi etnografis mengenai rumah ini dianggap telah lengkap, ada baiknya informasi etnografis dalam “Melon” tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk buku. Jika ini bisa dilakukan maka akan banyak sekali buku mengenai unsur budaya Melayu yang dapat diterbitkan. Buku yang dapat ditulis misalnya Rumah Tradisional Melayu, Tari-tarian Melayu, Musik Melayu, Upacara Tradisional Budaya Melayu, Pandangan Hidup Melayu, dan sebagainya.

Ensiklopedi Budaya Melayu

Apabila untuk mewujudkan buku-buku semacam itu dianggap terlalu berat, siasat lain yang dapat ditempuh adalah menerbitkan informasi etnografis dalam “Melon” menjadi sebuah “Ensiklopedi Budaya Melayu”. Jika hal semacam ini sudah terpikirkan, maka upaya menambah informasi mengenai budaya Melayu harus dilakukan secara profesional, yakni dengan melakukan penelitian-penelitian tentang budaya Melayu dengan cara yang lebih serius. Ini dapat dimulai dari studi pustaka, sebagaimana yang telah dilakukan selama ini.

Perpustakaan Budaya Melayu

Studi pustaka ini juga sebaiknya ditempatkan dalam rangka membangun sebuah per-pustakaan mengenai budaya Melayu yang paling lengkap di muka bumi, yang nantinya akan menjadi satu dengan Musium Budaya Melayu. Berbagai data etnografi budaya Melayu, baik itu dalam bentuk artikel jurnal, berita koran, makalah, hasil penelitian atau buku, sebaiknya kemudian dihimpun dan disimpan menjadi koleksi dari sebuah perpustakaan, Perpustakaan Budaya Melayu.

Diskusi/seminar/penelitian Budaya Melayu

Lebih lanjut kajian budaya Melayu dapat ditingkatkan dengan mengadakan diskusi-diskusi rutin mengenai budaya Melayu, atau seminar budaya Melayu secara berkala, dan ini dapat dikaitkan dengan upaya-upaya untuk melakukan penelitian mengenai budaya Melayu dengan lebih mendalam, baik itu berupa penelitian pustaka maupun penelitian lapangan. Kalau kegiatan semacam ini dapat berjalan dengan baik di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, maka Balai ini akan dapat menjadi basis kajian budaya Melayu serta basis pengembangan Melon di masa-masa yang akan datang.

Musium Budaya Melayu

Saya seringkali membayangkan bahwa penyajian dan pelestarian budaya Melayu dalam dunia maya yang telah berhasil dengan baik kita lakukan, kita tingkatkan terus sedikit demi sedikit hingga mencapai wujudnya yang paling maksimal, yakni sebuah musium budaya Melayu (sebagian bahannya sudah ada di Balai). Namun, sebelum sampai pada tahap tersebut kualitas sajian budaya Melayu lewat “Melon” sendiri harus selalu kita tingkatkan.

Itulah beberapa khayalan yang seringkali muncul dalam benak saya ketika saya mem-bayangkan website “Melon”. Mudah-mudahan khayalan tersebut dapat menjadi sebuah khayalan kolektif, yang kemudian menjadi cita-cita kolektif, dan memunculkan upaya-upaya kolektif untuk mencapainya… semoga.

Prof. Heddy Shri Ahimsa–Putra, MA. M.Phill. Ph.D (Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada)

Dibaca : 1916

14
Sahabat online

Hari ini : 377 Kemarin : 187 Minggu kemarin : 1.177 Bulan kemarin : 3.695

Anda pengunjung ke :
306.957

© 2010. All rights reserved.