Rabu, 22 November 2017

Do’a Jenderal Douglas Mac Arthur Untuk Para Caleg (yang berhasil dan yang gagal)


25 Tahun yang lalu, disaat internet (juga search engine google, Yahoo, MSN, dll) belum ada, saya menemukan do’a ini dalam sebuah majalah lama di pasar buku bekas di Yogyakarta. Do’a (berbentuk puisi) yang ditulis oleh Jenderal Douglas Mac Arthur, seorang jenderal Amerika yang terkenal, ini sangat mengesankan saya hingga hari ini. Puisi do’a ini saya pasang di ruang kerja saya setelah saya bingkai dan tambahkan foto Abah dan Mamak (sapaan kepada kedua orang tua) saya.

Tulisan ini selalu dan selalu saya baca pelahan dan berulang-ulang disaat saya berbahagia maupun diwaktu sedih atau kecewa berat. Seperti Anda juga, adakalanya saya memperoleh karunia besar (material maupun immaterial) yang membuat saya –tentu saja-- senang sekali. Sebaliknya, tidak jarang saya menghadapi situasi yang sangat menekan karena berbagai persoalan baik dalam usaha, rumah tangga, maupun dalam relasi sosial.

Nah, disaat berada dalam 2 kutub ini secara ekstrim, biasanya saya ‘menyembunyikan’ diri di ruang kerja saya agar tidak larut dalam kegembiraan yang berlebihan ataupun kekecewaan yang sangat mendalam. Biasanya saya iringi dengan musik healing atau music favorit saya lainnya. Sebagaimana do’a Mac Arthur untuk anaknya, saya juga berharap agar tergembleng dengan kesulitan, sehingga menjadi seseorang yang kuat dan memiliki keberanian ketika menghadapi saat-saat yang menakutkan. Saya juga melatih diri agar tidak hancur dan kehilangan harga diri meskipun sedang didera kekalahan, dan jangan sombong ketika berada di puncak kemenangan atau keberhasilan.

Lalu apa hubungan Do’a Jenderal Douglas Mac Arthur dengan para Caleg yang saat ini sedang menghadapi kemenangan dan kekalahan? Tak ada maksud saya untuk berolok-olok, apalagi mengolok-olok (saya ini apalah...). Saya hanya ingin sharing dengan mereka, agar yang berhasil jangan takabur dan melupakan amanah rakyat yang dipercayakan kepada mereka, dan jangan merasa diri sudah hebat. Bagi yang gagal janganlah larut dalam kesedihan dan kekecewaan yang terlalu mendalam sehingga melakukan hal-hal diluar kendali akal sehat. Jangan lagi terulang karpet atau bantuan yang sudah diberikan kepada rakyat saat kampanye diminta lagi (malu dan malu-maluin, ah..) atau mengamuk dan menganiaya tetangga (ampuun…ampuun), ataupun sampai gangguan jiwa, bahkan --naudzu billahi min dzalik-- “bunuh diri” (jangan ya, jangan bener ya? Please, deh)….


Do'a Mc Arthur tergantung di dinding sebelah kanan meja kerja saya. Di ruang inilah saya menenggelamkan diri disaat gembira dan sedih dan menata keduanya agar tetap berada pada posisi yang tidak ekstrim. Di ruang ini pula disaat pekerjaan menumpuk, saya sering bertapa 10 hingga 20 jam sehari. diiringi musik kesukaan saya: musik Melayu, Luciano Pavarotti, atau Leo Kristi...


Inilah do’a Mac Arthur yang sangat menarik dan sangat saya sukai. Barangkali dengan doa seperti inilah, sebuah generasi akan menjadi bangsa yang besar dan kuat.

------------------------------------------------------

DO’A AYAH

Tuhanku,
jadikanlah anakku sebagai seorang
yang cukup mengetahui kelemahan dirinya
berani menghadapi kala ia takut
tegar dan tidak terpuruk
dalam kekalahan yang tulus
rendah hati dan penyantun dalam kemenangan

Tuhanku,
jadikanlah anakku
seorang yang tahu akan adanya Engkau
dan mengenal diriMu sebagai dasar segala pengetahuan

Tuhanku,
bimbinglah ia
bukan di jalan yang lapang dan mudah
tetapi di jalan yang penuh desakan, tantangan, dan kesukaran
ajarilah ia, agar ia sanggup berdiri teguh di tengah badai
dan belajar mengasihi mereka yang tak berhasil

Tuhanku,
jadikanlah anakku orang yang berhati lembut
bercita-cita luhur
sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain
mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu

Sesudah semuanya membentuk dirinya
kumohon, ya Tuhanku
rahmatilah ia dengan rasa humor
sehingga serius tak berlebihan
berilah keramahan, kesederhanaan, dan kesabaran
Ini semua, ya Tuhanku
dari kekuatan dan keagunganMu

Jika sudah demikian, ya Tuhanku
beranilah aku berkata :
tak sia-sia aku hidup sebagai ayahnya


----- ooo -------

Dibaca : 1778

  Share  
Facebook



Berikan Komentar Anda:





11
Sahabat online

Hari ini : 358 Kemarin : 187 Minggu kemarin : 1.158 Bulan kemarin : 3.695

Anda pengunjung ke :
306.938

© 2010. All rights reserved.